Kesibukan setelah hadirnya si buah hati, kemudian tuntutan pekerjaan seringkali menjadi rutinitas yang mematikan kemesraan suami istri. Kenapa tidak mencoba merencanakan liburan berdua sebagai second honeymoon untuk menghangatkan kembali kemesraan Anda?

Momen bulan madu alias honeymoon biasanya menjadi masa paling membahagiakan dan berkesan dalam sebuah pernikahan. Sekaligus menjadi momen paling intim untuk mengenal pasangan lebih dalam. Perjalanan berdua ini bahkan mampu membuat hubunganmu semakin hangat dan romantis. Sayangnya, perasaan yang muncul saat honeymoon nggak berlangsung lama dan bahkan bisa hilang bila tidak diulang kembali. So, is it a must to take a second honeymoon?

Masih ingat momen honeymoon bersama pasangan? Momen di mana kamu dan si dia membuka diri satu sama lain seutuhnya di waktu dan suasana yang tepat tanpa gangguan pekerjaan maupun orang lain. Saat momen berdua dan intim inilah menumbuhkan perasaan bahagia dan cinta yang semakin berlipat. Semua perasaan berbunga-bunga yang dirasakan saat honeymoon tadi ternyata dinamakan honeymoon effect.

Sayangnya menurut penelitian, perasaan berbunga-bunga tadi akan memudar saat memasuki dua setengah tahun masa pernikahan. Penelitian tadi dilakukan oleh Dr. Michael Lorber dari New York University terhadap 399 pasangan selama dua setengah tahun masa pernikahan mereka.

Di tahun terakhir, penelitian tadi mengungkapkan 14% lelaki pernah merasakan fase honeymoon effect. Bukan hanya itu, setelah 30 bulan para pria merasa tidak lagi bahagia dengan pernikahan mereka. Bagaimana dengan perempuan? Ternyata 10% perempuan dalam penelitian tadi merasakan tidak bahagia setelah honeymoon effect berlalu.

Menurut seorang relation expert, Carin Goldstein, perempuan justru kebanyakan menolak melakukan second honeymoon karena takut meninggalkan anak-anak atau takut tidak bisa menikmati waktu berdua bersama pasangan saat seperti awal berpacaran. Tapi Goldstein mengatakan, terkadang Anda dan pasangan membutuhkan saat spesial untuk fokus kembali mengenal satu sama lain lebih dalam sebagai pasangan. Namun, keberanian meninggalkan anak-anak dan melakukan second honeymoon memang bukan perkara mudah untuk dilakukan.

Apakah honeymoon effect masih Anda dan pasangan rasakan? Bila tidak, mungkin pendapat Carin Goldstein  merupakan wake up call buat memunculkan kembali romansa hangat seperti di awal pernikahan. Pasalnya, momen ini juga bisa memberi semangat baru dalam mengarungi bahtera rumah tangga, meningkatkan kembali gairah, merekatkan kembali relasi dengan pasangan, dan memberi kesempatan untuk kembali merefleksikan makna pernikahan.

Berikut  tips berikut agar rencana bulan madu kedua berjalan lancar:

  • Lokasi Idaman. Kumpulkan informasi mengenai tempat atau lokasi idaman yang ingin dituju sebagai destinasi bulan madu. Tentukan beberapa alternatif pilihan lokasi. Pilih salah satu yang paling tepat yang menjadi pilihan Anda berdua. Pastikan juga destinasi berbulan madu itu sesuai dengan anggaran Anda berdua.
  • Tentukan Waktu yang Tepat. Misalnya, apakah di hari ulang tahun pernikahan? Kemudian, bila Anda dan pasangan bekerja, ambil cuti berbarengan selama beberapa hari.
  • Tujuan wisata jangan pergi terlalu jauh ri rumah

Pertimbangkan jauh-dekat destinasi dengan umur sang anak. Kalau masih kecil, jangan pergi terlalu jauh, apalagi dalam jangka waktu lama. Cukup satu-dua hari saja. Tapi kalau anak Anda sudah besar, bolehlah bulan madu ke tempat lebih jauh dalam jangka waktu lebih panjang.

  • Menitipkan Anak. Jangan buru-buru mengernyitkan dahi, tak ada salahnya menitipkan anak sejenak ke nenek atau tantenya selama Anda berbulan madu lagi. Tapi, pastikan kesediaan orang terdekat tersebut dari jauh-jauh hari.

Anda juga harus menyiapkan kebutuhan si kecil selama ia diasuh oleh kerabat/keluarga terdekat. Mulai dari pakaian, obat-obatan khusus, uang jajan, dan sebagainya. Lebih baik lagi, jika pengasuh ikut bersama anak-anak selama Anda menitipkan ke mereka sehingga mengurangi kerepotan dalam mengurus anak-anak Anda. Cara ini lenih baik daripada  meninggalkan anak hanya bersama pengasuh saja.

  • Perkiraan Jadwal Haid. Ini yang terkesan sepele dan sering dilupakan, padahal tak kalah penting, lho! Jangan hanya menyesuaikan tanggal dengan promo tiket murah atau waktu yang luang di kantor, tapi penting untuk memastikan Anda tidak sedang haid saat berbulan madu. Apalagi, kondisi bad mood menjelang atau saat menstruasi bisa sedikit banyak mengganggu momen indah saat berbulan madu.
  • Lupakan Urusan Lain. Fokus pada pasangan dan menikmati masa-masa berbulan madu. Lupakan sejenak urusan pekerjaan, masalah anak-anak, dan hal-hal lain yang dapat membuyarkan dan mengganggu konsentrasi Anda berdua.

Jadikan bulan madu kedua ini sebagai momen privat Anda dan pasangan sehingga berhasil menghangatkan kembali hubungan berdua dan menghidupkan lagi gairah cinta yang mulai meredup. Selamat berbulan madu kedua!

www.mariwisatatravel.com
Enjoy Your Trip with Fun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *