Sederet tanggal merah tahun ini mungkin sudah ditandai Anda untuk ambil cuti dan berangkat liburan. Yup, liburam menjadi angan-angan tiap orang untuk melepaskan diri sejenak dari rutinitas sehari-hari. Sayangnya, tidak semua orang mampu mewujudkannya. Alasan klasik, cadangan dana tidak cukup untuk liburan.

Padahal, Anda dapat menrencanakan liburan jauh-jauh hari dengan mengatur strategi keuangan yang tepat. Selain pengeluaran rutin, baik belanja bulanan, pendidikan, transportasi dan lain-lain, Anda juga wajib menyisihkan dana darurat untuk keperluan tidak terduga.  Walau belum pernah dilakukan, setidaknya Anda sudah memulainya dan memisahkan alokasi penggunaan dana darurat dan dana liburan. Ingat, jangan sampai malah menggunakan kartu kredit untuk membiayai liburan Anda! Di sana mungkin Anda bersenang-senang, tapi begitu pulang ke sini, yang ada malah pusing tujuh keliling memikirkan pelunasannya.

Langkah kedua, perencanaan liburan itu sendiri. Anda harus secara detil menghitung berapa total biaya yang dibutuhkan untuk perjalanan yang diimpikan. Biaya itu dapat berupa tiket pesawat, transportasi selama di negara tujuan, biaya pembuatan visa (jika perlu), akomodasi dan penginapan, biaya makan, biaya oleh-oleh, pokoknya semua yang harus dikeluarkan. Bahkan sebagian negara mensyaratkan jaminan aset kas dengan jumlah tertentu. Tidak ketinggalan jika perlu Anda membeli asuransi perjalanan sebagai proteksi seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Komponen terbesar dalam anggaran liburan adalah biaya transportasi dan akomodasi. Sebelum menyusun anggaran ini, pastikan lebih dahulu tujuan, waktu keberangkatan dan lama perjalanan. Jangan memilih tujuan karena gengsi atau pengaruh orang lain.

Pilihlah tujuan karena Anda benar-benar ingin mengunjunginya dan akan sesuai dengan kantong Anda dengan perkiraan budget berapapun. Jangan memaksa memilih waktu keberangkatan karena euforia masa liburan. Di masa seperti ini transportasi dan akomodasi sedang di puncak harga termahalnya. Jika Anda sudah berkeluarga dan memiliki putra-putri yang bersekolah, hanya inilah faktor yang membuat Anda terpaksa menyesuaikan dengan masa liburan sekolah mereka.

Makin jauh tujuannya, makin besar pula biaya transportasinya. Tapi dengan memastikan tujuan jauh hari sebelumnya, Anda akan memiliki banyak waktu mempelajari dan memilih moda transportasi yang sesuai dengan anggaran dan rencana perjalanan. Anda bisa mengkombinasikan moda transportasi tersebut. Misalnya, pergi dengan kereta api, pulang dengan pesawat terbang.

Bila memilih tempat menginap semacam guest house, Anda dapat menghemat biaya konsumsi. Uang dialokasikan untuk membeli bahan-bahan mentah dan bumbu masak beserta peralatan makan. Namun tetap cadangkan biaya untuk tetap dapat menikmati hidangan lokal di lokasi wisata.

Rencanakan Waktu dan Sumber Uangnya

Nah, kalau setelah dapat nilai pastinya, sekarang tentukan kapan Anda ingin melakukan perjalanan tersebut. Besok? Bulan depan? Akhir tahun? Tahun depan? Disarankan tidak lebih dari lima tahun perencanaan waktunya, tapi jika anggaran masih belum mencukupi, ya, apa boleh buat.

Dua hal penting, yaitu “total biaya” dan “kapan”. Dari dua variabel itulah perencanaan anggaran liburan ditentukan. Sebagai contoh, total biaya yang dibutuhkan untuk perjalanan berikutnya adalah Rp 10 juta dan waktu yang diinginkan adalah tahun depan, maka nilai Rp 10 juta itu, dengan asumsi inflasi 10% per tahun, akan menjadi Rp 11 juta tahun depan. Jika merencanakan untuk dua tahun lagi, nilainya menjadi Rp 12,1 juta. Ada faktor “nilai di masa depan” yang menjadi pembeda antara anggaran saat ini dengan anggaran yang akan datang.

Sekarang bagaimana cara mencukupi anggaran tersebut? Pertama, jangan pernah utak-atik dana darurat, dana investasi ataupun alokasi pelunasan utang yang sudah berjalan. Semua hal pokok itu bakal kacau jika diambil, bahkan meski cuma sebagian, untuk alokasi dana liburan ini. Jadi pastikan lagi bahwa dana liburan Anda adalah di luar ketiga hal tersebut plus kebutuhan konsumsi bulanan yang selama ini Anda keluarkan. Lalu dana yang mana lagi? Berikut gambaran perencanaannya :

  • Gunakan pendapatan tahunan (misalnya bonus, THR atau uang cuti). Tapi hitunglah terlebih dahulu pengeluaran tahunan Anda dulu (misalnya zakat/sedekah hari raya/THR pembantu di rumah/Angpao dll). Sisanya yang akan kita pakai untuk perhitungan ini.
  • Jika masih kurang atau bahkan jika Anda tidak punya sisa pendapatan tahunan, maka harus coba menyisihkan pendapatan bulanan. Tentunya setelah dikurangi segala alokasi tetap dan kewajiban.
  • Masih belum cukup juga? Supaya cukup tentu ada beberapa cara, termasuk misalnya mengundur waktu perjalanan, mengurangi konsumsi rutin atau bahkan mencari pendapatan tambahan. Semua demi perencanaan liburan yang sudah ada

Jika Anda sudah punya sumber dananya, sekarang kita hitung cara mencukupi anggarannya. Misalnya A dengan pendapatan Rp 10 juta per bulan. Berikut adalah sejumlah skenario terhadap dana liburan A (anggaran saat ini Rp 10 juta):

  • Sisa pendapatan tahunan A ternyata lebih besar dari Rp 10 juta. Artinya setelah pendapatan tahunan itu diperoleh, A dapat menggunakannya secara langsung
  • Tidak punya sisa pendapatan tahunan dan memiliki alokasi dana liburan Rp 1 juta per bulan. Setelah 10 bulan, anggaran liburan sudah terpenuhi.
  • Tidak punya sisa pendapatan tahunan dan hanya memiliki alokasi dana liburan Rp 500 ribu per bulan. Jika ditabung biasa baru cukup setelah 20 bulan, tapi karena ada faktor inflasi 10% per tahun, sebaiknya menabung hingga 22-24 bulan untuk amannya.
  • Metode lain selain tabungan yang bisa saya perkenalkan adalah penggunaan instrumen investasi berisiko rendah macam Reksadana Pasar Uang ataupun deposito untuk jangka waktu maksimal 1 tahun ataupun Reksadana Pendapatan Tetap untuk jangka waktu 1-5 tahun.

Sebagai gambaran, dengan asumsi return 7% setahun menggunakan Reksadana Pasar Uang, supaya bisa cukup setahun untuk pengumpulan anggaran liburannya, Anda kira-kira perlu menyisihkan Rp 888 ribu setiap bulannya. Sementara jika Anda mengundur waktu eksekusi liburan menjadi 2 tahun, menggunakan Reksadana Pendapatan Tetap yang mempunyai asumsi return 10% per tahunnya, kira-kira Anda cukup mengalokasikan dana Rp 458 ribu per bulannya. Tentunya semua berpulang pada kebutuhan masing-masing.

Nilai yang dicontohkan di atas hanyalah gambaran dan dengan menggunakan suatu instrumen investasi tidak ada kepastian untuk mencapai nilai yang diharapkan. Tentunya tetap lebih baik sedikit meleset perhitungannya, misal ternyata tingkat return tidak setinggi yang diharapkan, ketimbang mengorbankan kondisi keuangan demi liburan dalam jangka waktu pendek yang bakal bikin sengsara dalam jangka waktu lebih lama, bukan? Selamat merencanakan kebutuhan dana liburan Anda dan nikmatilah perjalanan impian. (Dari berbagai sumber)

www.mariwisatatravel.com
Enjoy Your Trip with Fun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *